Minggu, 26 Juli 2015

Hijrah; Perjalanan Indah Namun Berliku

Lubang itu, kini berusaha ku tutup.
Menghapus goresan luka nan berdarah.
Berdarah bukan karena apa.
Tapi kejahilan diri dalam asa.

Ketika impian "bersama" mulai sirna.
Ditelan ego yang terbuai nafsu jiwa.
Tersadar bahwa semua adalah kehendak dari-Nya.
Mengacau pikiran dan nurani dalam dada.


Koyaknya hati dimasa lalu.
Membuat ku berada dalam buaian kenyataan dan ketidakpercayaan.
Benarkah itu semua terjadi?

Dalam kepala berusaha tuk tak menerima apa yang terjadi.
Mengecam semua yang telah berlalu.
Merayu, meraung, memohon agar semuanya dapat kembali.
Kembali seperti indahnya masa lalu.

Sang malaikat kecil dalam dada tetap bersuara.
Bahwa ini adalah jawaban dari semua doa.
Seolah menjawab semua pertanyaan jiwa.
Bahwa ini adalah jalan kebenaran yang ada.

Dialah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu.
Segala yang tersembunyi di alam maupun di hati.
Segala yang terpikir maupu yang terucap.
Tak ada harapan lagi akan sesuatu.
Melainkan hanya kepada-Nya lah bergantung semua harapan.

Seolah tak ingin mengingat kembali sesuatu yang jauh.
Bukan berarti ku akan menutup diri.
Tapi memang harus lebih berhati - hati.
Karena penting kiranya tuk memperbaiki diri.

Tak mudah memang membawa kembali kesucian diri.
Membawa kembali impian yang berarti.
Tapi semua ku lakukan bukan tuk kemauan diri.
Semata hanya mengharap ridho illahi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar