Senin, 27 Juli 2015

Asa Terkubur Masa

Asa berbaris rapih
Bayangan indah dalam mimpi
Kenyataan berharum mewangi
Hanya harapan meratapi diri

Aksara pedih terlontar jelas
Diam seribu bahasa
Butiran air membasahi pipi
Asa yang sudah dibangun, roboh secara perlahan

Aku bodoh?

Menuruti mulut manis berlian
Lebih memilih ocehannya daripada impianku
Restu berlian sangat berharga bagi kehidupan akan datang
Tuhan mengetahui keinginanku

Sayang sekali, kalam tak diijabah oleh - Nya
Namun harapan tetap diam tanpa bergerak
Tapi, Dia memberikan yang dibutuhkanku

Kini, Asa terkubur masa
Meninggalkan keluh dalam hati
Menjalani pilihan tak ku cintai
Sabar dan ikhlas aku hadapi

Sumber : Sahabat Pena (Alindah)
Cirebon, 19/03/15.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar